
GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla maih cukup tinggi. Dengan tingkat kepercayaan masyarakat di angka 70,5 persen berdasar hasil suvei Poltracking Indonesia, Presiden Jokowi boleh jadi masih yakin bisa mengungguli semua pesaing politiknya jika Pemilihan Presiden digelar dalam waktu dekat.
Meski roda pemerintahan diwarnai berbagai persoalan ekonomi, sosial hingga politik, nyatanya hasil survei Poltracking Indonesia menunjukkan sebanyak 15,2 persen responden sangat percaya plus 55,3 persen percaya terhadap kepemimpinan Jokowi-JK.
Temuan lainnya dari hasil survei tersebut adalah sebanyak 67,9 persen masyarakat puas terhadap pemerintahan Jokowi-JK dan hanya 22,3 persen yang tidak puas, sisanya 9,8 persen tidak menjawab/tidak tahu (TT/TJ). Kemudian sebanyak 68 persen publik puas terhadap kinerja Jokowi sebagai Presiden dan 64,8 persen masyarakat puas terhadap JK sebagai Wakil Presiden.
Survei Poltracking yang dilakukan pada 8-15 November 2017 melibatkan 2.400 responden yang tersebar di 34 provinsi dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Dengan margin of error survei tersebut +/- 2 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei ini seolah memperkuat hasil riset sebelumnya yang dirilis Indikator Politik pada September 2017. Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pada 17-24 September 2017 menunjukkan bahwa sebanyak 68,34 persen respondens puas terhadap kinerja Jokowi-JK.
Sedangkan yang tidak puas mencapai 29,49 persen. Sisanya menjawab Tidak Tahu (TT)/Tidak Jawab (TJ).
Tingginya tingkat kepuasan masyarakat tersebut sejalan dengan besarnya keyakinan bahwa Jokowi-JK mampu memimpin Indonesia menjadi lebih baik pada tahun mendatang. Hasil survei menunjukkan bahwa 72,6 responden yakin kedua pasangan tersebut akan membawa Indonesia menjadi lebih baik. Hanya 22,6 persen yang merasa tidak yakin, sisanya TT/TJ.
Survei yang dilakukan Indikator Politik melibatkan 1.220 responden yang dipilih secara random (multistage random sampling) dari populasi yang telah berumur 17 tahun atau sudah menikah. Adapun Margin of error rata-rata survei sebesar +/- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Secara politis, hasil survei dua lembaga tadi tentu menjadi angin segar bagi Presiden Jokowi yang dipastikan akan maju lagi dalam kontestasi Pilpres 2019. Apalagi, hasil survei itu muncul di tengah aneka permasalahan yang menyelimuti roda pemerintahan dan negara. Terutama masalah ekonomi rakyat dan penanganan pengangguran yang belum menunjukkan kemajuan signifikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran sempat naik menjadi 6,18 persen pada Agustus 2015 dampak kenaikan harga bahan bakar bersubsidi, tapi pada tahun berikutnya menyusut menjadi 5,61 persen. Lalu pada Februari 2017 kembali turun menjadi 5,33 persen. Demikian pula angka kemiskinan pada September 2015 sempat meningkat menjadi 11,12 persen. Namun, pada tahun berikutnya turun menjadi 10,76 persen. Kemudian pada Maret 2017 kembali berkurang menjadi 10,64 persen.
Meskipun, pada saat berlangsung stagnasi perekonomian domestik yang hanya tumbuh di kisaran lima persen selama tiga tahun, tingkat pengangguran dan kemiskinan turun. Dalam RAPBN 2018, pemerintah menargetkan sasaran angka kemiskinan dalam rentang 9,5-10 persen. Demikian pula tingkat pengangguran terbuka juga menyusut di kisaran 5-5,3 persen. (kat/ara)

