Penyegelan Pasar Buah Tanjungsari Tanpa Perlawanan

oleh
Petugas dari Satpol PP saat melakukan penyegelan Pasar Buah Tanjungsari.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Penyegelan pasar buah di Jalan Tanjungsari 77 Kota Surabaya, Jawa Timur, yang dilakukan petugas keamanan gabungan Satpol PP dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, berlangsung tanpa perlawanan, Selasa (6/8/2019).

Penyegalan tersebut dilakukan karena PT. Maju Terus Kawan melanggar perubahan kegiatan/usaha di Tanjungsari 77 yang semula gedung penyimpanan terhadap buah menjadi pasar buah tanpa dilengkapi izin lingkungan.

Hal ini melanggar pasal 9 ayat 1 dan pasal 11 ayat 1 Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 74 Tahun 2016 tentang izin lingkungan.

Meski tanpa ada perlawanan, kondisi di Pasar Buah Tanjungsari 77 saat ini masih dijaga ketat petugas keamanan polisi dan Satpol PP. Bahkan petugas keamanan memasang pagar kawat berduri di depan pasar dan menempelkan tanda segel di pintu depan pasar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Eko Agus Supiadi sebelumnya mengatakan penyegelan tersebut dilakukan karena pasar buah tersebut dianggap menyala aturan perizinan.

“Izin lingkungannya gudang bukan untuk pasar rakyat,” katanya singkat.

Sementara itu, Koordinator Nol Sampah, Hermawan Some mempersoalkan penyegelan pasar Tanjungsari 77 atas dasar izin lingkungan yang diperuntukan sebagai gudang tetapi operasionalnya menjadi pasar. Padahal, lanjut dia, pengelola pasar sudah mengajukan perubahan izin lingkungan.

“Kalau acuannya izin lingkungan, ada ratusan pasar di Surabaya tidak punya izin lingkungan,” katanya.

Hermawan Some yang juga ikut melakukan pendampingian terkait persoalan ini mengatakan pelanggaran tersebut tidak pernah ada upaya dialog atau duduk bersama. Hal ini tidak sejalan dengan Perpres Nomor 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha.

Ismail, salah satu pedagang yang ditemui di lokasi menuturkan para pedagang dari awal sudah berkomitmen tidak melakukan perlawanan. Hal itu sesuai hasil rapat yang digelar tadi malam (5/8).

“Sesuai dengan rencana semalam (5/6), kami tidak melakukan perlawanan,” kata Ismail.

Menurut Ismail, saat ini para pedagang memilih rehat sejenak. Keputusan itu diambil sambil menunggu laporan yang dilayangkan ke Komnas HAM, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ombudsman.

“Saat penyegelan tadi kondisi pasar dalam kondisi kosong,” pungkas Ismail. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.