
GLOBALINDO.CO, WASHINGTON DC - Pembangunan pagar tembok pembatas wilayah Amerika Serikat-Meksiko yang dilakukan Donald Trump memicu aksi kekerasan. Perang batu pecah antara warga Meksiko dan petugas patroli serta pekerja Amerika Serikat. Akibatnya, 1 petugas patroli perbatasan Amerika Serikat tewas. Sementara seorang rekannya yang lain menderita luka serius.
Biro Investigasi Federal (FBI) seperti dilansir BBC, Senin (20/11/2017) mengonfirmasi, kedua petugas patroli tersebut tidak mengalami luka akibat senjata api.
Sementara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bakal mencari keadilan atas serangan ke petugasnya. Trump kembali menegaskan jika negaranya membutuhkan tembok perbatasan dengan Meksiko.
(Baca Juga: Amerika-Meksiko Sepakat Bangun Tembok Perbatasan dengan Biaya dari Kartel Narkoba)
Kedua petugas itu sempat dibawa ke rumah sakit, namun satu orang agen dinyatakan meninggal. Dalam sebuah rilis yang dikeluarkan pejabat Bea Cukai dan Perbatasan Amerika Serikat diungkapkan, korban tewas merupakan petugas asal El Paso, Texas berusia 36 tahun, Rogelio Martinez. Namun rilis itu tidak menyertakan detail penyebab kematian Martinez, ataupun nama dari korban selamat.
Perwakilan serikat pekerta Patroli Perbatasan Nasional (NBPC) meyakini, batu menjadi senjata untuk menyerang anggotanya. Chris Cabrera, juru bicara NBPC, menyebut agen perbatasan sering mendapatkan serangan dengan batu.
“Salah satu teman saya bahkan hampir kehilangan matanya,” katanya.
Peristiwa pelemparan batu tersebut menggambarkan sekitar 75 persen dari 18.000 agen patroli perbatasan yang mengalami serangan.
Di perbatasan Amerika-Meksiko kini telah berdiri pagar satu lapis sepanjang 1.052 kilometer dari seluruh panjang perbatasan yaitu 3.143 kilometer. Selain itu terdapat 92 kilometer pagar pembatas yang terdiri dari dua dan tiga lapis.
Sejak musim panas lalu pemerintah sudah menunjuk enam perusahaan untuk membangun model tembok yang akan digunakan.
Setiap model akan didirikan dengan jarak 9 meter beberapa meter dari pagar yang memisahkan San Diego dari Tijuana, Meksiko.
Setiap perusahaan yang ditunjuk mendapatkan 300.000-600.000 dolar AS untuk membangun setiap model pagar dan memiliki waktu satu bulan untuk menyelesaikannya.
Donald Trump sudah meminta anggaran sebesar 1,6 miliar dolar kepada Kongres untuk mendirikan tembok pembatas itu.(kcm/ziz)

