Pesimis Setya Novanto Lolos dari Jeratan Hukum, Akbar Tanjung Serukan Munaslub

oleh
Akbar Tanjung.

GLOBALINDO.CO, YOGYAKARTA - Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar, Akbar Tanjung mengaku pesimis pada Setya Novanto bisa lolos dari jeratan hukum dalam kasus korupsi e-KTP. Untuk itu, Akbar Tanjung menyerukan agar segera digelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) untuk mencari sosok ketua umum Golkar yang baru.

“Kalau pengalaman kita selama ini dalam era reformasi, terutama dalam proses pengadilan yang disertai bukti-bukti kuat yang diberikan oleh KPK. Pada umumnya mereka juga terkena hukum. Setnov tentu juga akan kena (hukum), apalagi (kerugian negara kasus korupsi e-KTP) sangat besar,” kata Akbar di sela-sela Refleksi Kepahlawanan Prof Lafran Pane di UNY, Rabu (13/12/2017).

Akbar juga mengomentari langkah Setya Novanto yang menunjuk Aziz Syamsuddin untuk menjadi pengganti sebagai Ketua DPR. Menurutnya langkah Setya Novanto ini tak memiliki landasan kuat.

(Baca Juga: Golkar Gelar Munaslub di Jakarta Pertengahan Desember Ini)

“Tentu saja (Setya Novanto) tidak lagi memiliki legitimasi yang kuat. Kenapa? Karena dia sedang dalam suatu proses pengadilan. Bahwa secara hukum betul dia masih ketua umum. Tetapi sebentar lagi kan ada munaslub,” ungkapnya.

Menurut Akbar, penunjukan Ketua DPR pengganti Setya Novanto seharusnya menunggu Munaslub Partai Golkar. Kepemimpinan hasil Munaslub inilah yang lebih memiliki legitimasi kuat untuk menunjuk pengganti Setya Novanto.

“Kepemimpinan hasil Munaslub inilah yang langsung dipilih para peserta. Yang memiliki legitimasi yang kuat untuk mengatur kebijakan-kebijakan yang terkait dengan partai (termasuk menunjuk perwakilan di DPR),” tandasnya.

Untuk itu, Akbar menyerukan agar segera digelar Munaslub untuk menyelamatkan Partai Golkar.

“Satu-satunya jalan untuk mengatasi situasi yang berat dihadapi Golkar pada hari ini adalah dengan menggelar musyawarah nasional luar biasa,” kata Akbar.

Akbar menjelaskan, dalam waktu dekat ini Partai Golkar akan menghadapi agenda politik yang berat. Agenda paling dekat yakni pilkada serentak 2018, kemudian pileg dan pilpres di tahun 2019.

“Terjadi trend penurunan yang sangat mengkhawatirkan pada periode-periode terakhir ini. Inilah tugas Golkar kedepan dengan melakukan berbagai perubahan, untuk menghadapi agenda-agenda politik yang akan datang,” jelasnya.

Menurutnya, cara untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada Partai Golkar satu-satunya dengan menggelar munaslub. Bila munaslub tidak segera dilaksanakan, dikhawatirkan suara Golkar anjlok.

“Bukan tidak mungkin terjadi penggerusan secara kuat, yang saya sangat takutkan terjadi penggerusan partai di bawah ambang batas. Itu kami (Partai Golkar) tidak mau, kami tidak ingin,” ungkapnya.

Terkait munaslub sendiri, Akbar menyebut sudah ada beberapa calon yang mencuat ke permukaan. Salah satunya sosok Airlangga Hartarto.

“Sudah banyak dukungan yang diberikan oleh DPD-DPD tingkat I. Tetapi juga tentu kader Partai Golkar yang lain punya peluang,” pungkas dia.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.