
GLOBALINDO.CO, BOGOR – Petani bawang merah dibeberapa daerah harus mengelus dada lantaran harga jual bawang terjun bebas. Selama masa panen, mereka belum pernah merasakan untung sama sekali.
Anjloknya harga bawang merah menginisiasi munculnya ajakan untuk mendirikan Gerakan Membeli Bawang Petani. Saat ini, harga barang di tingkat petani di kisaran Rp 2.000 sampai Rp 5000 per kg.
Inisiator dari upaya mendirikan Gerakan Membeli Bawang Petani ialah Petrus Budiharto, sebagai Ketua Pendampingan dan Pemberdayaan Petani di Perkumpulan Petani dan Nelayan Nusantara (PETA NUSA).
“Kembali petani terpuruk dan menangis. Bawang merah di lokasi di hargai Rp 2.000 – Rp 5.000 per kg tergantung grade. Biaya produksi di kisaran Rp 13.000 per kg,” jelasnya, Senin (1/1/2018).
“Apakah seperti ini nasib petani kita?
Petani yang mensubsidi harga pangan, petani yang berjibaku di lapangan berbulan-bulan ternyata langsung tersungkur ketika panen,” lanjutnya dengan nada kesal.
Atas dasar itulah, dia memgajak agar membuat gerakan membeli bawang petani. Diakui, memang gerakan ini tidak bisa serta merta mengubah harga bawang, tapi minimal membantu petani di sekitar.
PETA NUSA, kata dia, sudah bergerak untuk melaksanakan gerakan itu, yang dikomandoi Moch Misbakhussudur dengan membuat rantai distribusi langsung ke konsumen di Jabodetabek.
Mereka membeli bawang merah di tingkat petani Rp 15.000/kg untuk grade B dan Rp 16.000/kg untuk grade A yang tujuan jangka pendeknya adalah membuat petani tersenyum dan bisa menanam kembali.
Juga, yang dikomandoi oleh mbak Menik Sumasroh Hasyim dan mbak Asmaniyah (Alumni TPG 25) membuat ‘value added’ dari komoditi bawang, yaitu bawang goreng dan minyak bawang sehingga mempunyai nilai tambah dan daya simpan yang lebih lama dengan tujuan jangka panjang bisa memasok kebutuhan industri makanan sehingga petani punya kepastian pasar.
“Kami berharap alumni IPB (Institut Pertanian Bogor) bisa bahu-membahu lewat Koperasi Alumni, DPD, DPC dan DPP membuat gerakan peduli nasib petani bawang, baik lewat distribusi retail ke rumah tangga dan warung-warung ataupun membuat industri pengolahan bawang menjadi produk yang mempunyai nilai jual tinggi,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Pipin Piniasih yang sebagaian besar keluarganya petani bawang merah asal Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, mengakui bahwa harga bawang di wilayahnya berada di kisaran Rp7000/kg.
“Saya orang Nganjuk, keluarga saya semuanya petani bawang. Kemarin sebelum tahun baru harga bawang merah di kisaran 7000/kg. Gak tau sekarang, semoga saja tambah naik. Punya bapak saya sampai gak dijual,.di ombyok semua buat persiapan tanam lagi,” katanya.
Di lokasi lain, tepatnya di Godong Purwodadi, Grobogan, harga bawang merah Rp8000/kg, dengan grade super. Sedangkan harga bawang merah dengan grade sedang seharga Rp5000/kg.
Di Pasar Induk Kramat Jati, harga dikisaran Rp 12.000 sampai Rp 15.000 per kg. (nh/ins)

