GLOBALINDO.CO, JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia menemukan sejumlah bukti baru terkait dugaan makar yang menjerat delapan orang tokoh nasional, dua di antaranya masih ditahan. Salah satu bukti yang terus didalami adalah aliran duit untuk mendanai aksi makar menggulingkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
“Saat ini sudah ditemukan bukti transfer,” kata Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/12).
Martinus menyebutkan, bukti transfer dana itu memperkuat tuduhan makar yang disangkakan kepada Sri Bintang Pamungkas Cs.
“Tentu ini menjadi bagian tambahan bukti, bukti lain juga akan diupayakan oleh penyidik sehingga memudahkan untuk mendapatkan satu konstruksi hukum yang mempersangkakan kedelapan dalam perbuatan pemufakatan jahat untuk menggulingkan pemerintah yang sah,” tandasnya.
Hanya Martinus tak mengungkapkan pihak pengirim dan penerima dana yang dimaksud. “Belum. Nanti pasti akan dibuka,” ucapnya.
Selain jejak aliran dana, polisi juga mengantongi dokumen yang diduga kuat berisi perencanaan aksi makar.
“Satu adanya dokumen tapi isinya dokumen apa tentu ini jadi catatan bagi penyidik,” kata Martinus.
Kedua, ditemukannya video berisi pernyataan atau ajakan menggulingkan pemerintahan yang sah yakni pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Adanya video yang diupload kemudian adanya pemberitaan yang berisi tentang statement ajakan,” ujar Martinus.
Bukti lain yang sudah dikantongi kepolisian adalah bukti transfer dana dari seseorang yang diduga akan digunakan untuk membiayai aksi makar tersebut.
Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menegaskan pihaknya akan terus mengumpulkan bukti-bukti baru terkait dugaan aksi makar tersebut.
“Alat bukti itu ada beberapa dan tentu alat bukti ini jadi satu bagian dari proses pengumpulan bukti dan ini jadi satu hal yang harus dicukupi oleh penyidik dan bagi penyidik mengumpulkan sebanyaknya barang bukti itu semakin baik,” pungkasnya. (med/gbi)

