GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Jumlah pelajar di Surabaya yang positif memakai narkoba ternyata cukup tinggi. Untuk periode Januari-Nopember 2016 tercatat 200 pelajar Kota Surabaya yang positif mengkonsumsi narkoba.
Jumlah tersebut dipastikan bertambah jika merujuk tes urin yang dilakukan di SMP Kartini dan SMK siang di kawasan Simogunung Barat Tol I pada 1 Desember 2016.
Dalam tes urin yang dilakukan pemerintah kota bersama dengan BNN Kota Surabaya itu, ditemukan 4 pelajar SMK dan 1 pelajar SMP yang positif narkoba.
Begitu juga dalam tes urine yang diberlakukan kepada 730 orang yang terdiri dari siswa, guru dan pegawai sekolah di SMP Negeri 52, di Jl. Medokan Semampir Surabaya juga ditemukan 5 siswa positif narkoba.
Menyikapi tingginya pelajar yang mengkonsumsi narkoba, Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana (WS) mengaku prihatin. WS meminta Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dengan seluruh kepala sekolah di Surabaya.
Selanjutnya para kepala sekolah mewajibkan setiap Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) menempatkan Gerakan Kampanye Perang terhadap narkoba sebagai salah satu kegiatan utamanya. Bentuk kegiatannya bisa berupa lomba kampanye perangi narkoba antar pelajar, lomba karya tulis tentang bahaya narkoba atau lainnya.
“Generasi muda adalah aset masa depan bangsa. Makanya segenap lapisan masyarakat harus bersama-sama memerangi narkoba,” ujar Whisnu Sakti Buana, Jumat (16/12/2016).
WS mengingatkan, narkoba merupakan salah satu bentuk kejahatan lintas negara, dan sasaran paling potensial adalah kalangan muda dan pelajar. Tidak heran jika kemudian pemerintah kota menganggap persoalan narkoba adalah masalah yang serius.
Dalam kesempatan itu, WS juga mengapresiasi gagasan ealikota melakukan kerjasama dengan BNN. Menurut dia, kerjasama tersebut merupakan upaya dini dalam mendeteksi terhadap para pengguna narkoba, khususnya di kalangan pelajar.
“Gagasan Bu Wali menjalin kerjsama dengan BNN untuk deteksi dini,” pungkas WS. (bmb/gbi)

