GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kokohnya elektabilitas Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) semakin tertelan oleh sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) apabila diduetkan dengan siapapun dari tiga kandidat yang beredar di bursa cagub DKI 2017. Bahkan Ahok tetap bisa kalah melawan Risma meski calon petahana itu menggandeng wakilnya saat ini, Djarot Saiful Hidayat.
Dari lima simulasi survei elektabilitas cagub DKI yang dilakukan Poltracking, nama Risma selalu unggul dibanding tiga kandidat lain yang paling potensial. Baik menggunakan simulasi empat atau tiga kandidat.
“Perolehan suara Risma cukup mengejutkan mengingat dia belum menyatakan maju Pilkada DKI Jakarta,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha saat merilis hasil survei bertajuk Menakar Kandidat Kuat Gubernur DKI Jakarta 2017 di Jakarta, Kamis (15/9). Meskipun secara personal, kader PDI Perjuangan itu belum bisa mengungguli elektabilitas Ahok yang masih berada di puncak dengan prosentase keterpilihan di kisaran 41 persen.
Jika disurvei dengan pasangan (cawagub), Risma justru bisa mengungguli Ahok. Baik ketika Ahok berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat ataupun Heru Budi Hartono. Sedangkan Risma bisa dipasangkan dengan siapa saja dari kandidat yang beredar.
“Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berpotensi kalah jika berhadapan dengan pasangan Tri Rismaharini–Sandiaga Uno atau Tri Rismaharini–Anies Baswedan,” terang Hanta.
Hanta mencontohkan, elektabilitas pasangan Tri Rismaharini–Sandiaga Uno bisa meraih 38,21 persen, unggul tipis dibandingkan Ahok-Heru yang dapat 36,92 persen. Meski jika mengacu pada margin of error, posisi kedua pasangan itu sama, namun posisi petahana dalam hal ini agak rentan.
Selisih keunggulan tipis Risma atas Ahok-Heru juga terjadi apabila ia berpasangan dengan Anies Baswedan. Elektabilitas duet Risma-Anies berada di angka 37,95 persen. Sementara Ahok-Heru 35,64 persen.
”Meski jika mengacu pada margin of error kedua pasangan itu sama, namun posisi petahana dalam hal ini sangat rentan,” ungkap Hanta.
Ahok hanya bisa unggul jika lawan yang dihadapinya bukan Risma. Duet Ahok-Djarot misalnya unggul dengan angka 44,62 persen melawan pasangan Yusril Ihza Mahendra–Sandiaga yang hanya mendapat 28,46 persen.
Selanjutnya, Ahok-Djarot juga unggul atas pasangan Sandiaga–Saefullah dengan perbandingan elektabilitas 41,54 persen dibanding 27,18 persen. Ahok-Djarot juga unggul tipis melawan Anies-Sandiaga.
“Ahok-Djarot 37,95 persen, unggul sangat tipis dari Anies-Sandiaga 36,38 persen. Ini jelas ancaman bagi petahana, mengingat jika mengacu pada margin of error, maka posisi kedua pasangan itu sama, alias tidak ada yang unggul,” pungkas Hanta.
Survei Poltracking Indonesia ini dilaksanakan pada 6-9 September 2016 dengan menggunakan metode multi-stage random sampling. Jumlah responden 400 orang dengan margin of errorsebesar kurang lebih 4,95 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (bs/gbi)

