Risma Dorong Warganya Berwirausaha

oleh
Walikota Surabaya Tri Rismaharini ketika mengunjungi SDN Sumberejo.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya siap memfasilitasi masyarakat yang ingin wiraswasta dengan memberikan pelatihan hingga tempat usaha. Rencana tersebut menyusul banyaknya warga yang melamar ingin bekerja di lingkungan pemkot.

Berdasarkan data yang ada, sejak 2014 hingga 2016 sebanyak 790 lamaran kerja telah masuk ke pemerintah kota. Dengan jumlah sebanyak itu, tidak mungkin jika semuanya bisa ditampung.

“Nanti eranya kompetitif. Orang pinter-pinter akan masuk. Ayo bangkit dan kuasai ekonomi Surabaya dan Indonesia,” harap Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, Kamis (15/12/2016).

Tri rismaharini mengungkapkan, jumlah perputaran uang di Kota Surabaya tiap harinya mencapai Rp. 23 Triliun. Sedangkan APBD Kota 2017 hanya sekitar Rp. 8,5 triliun.

Untuk itu, Pemkot Surabaya mendorong warganya untuk berwirausaha, dari pada menggantungkan peluang kerja di lingkungan pemeritahan. Oleh karena itu Risma berharap warganya agar bangkit dan menguasai bidang perekonomian.

“Jika peluang tersebut gak direbut, akan dimasuki orang luar,” ingatnya.

Namun, ia bersyukur sektor perekonomian di masyarakat tumbuh dengan baik. Ini dibuktikan dengan adanya keluhan dari perusahaan multinasional akibat menurunnya produksi akibat berkembangnya sektor ekonomi di lingkungan masyarakat.

“Saya gak mau sebut perusahaannnya, tapi produksinya turun karena ibu-ibu itu (pelaku UKM),” ungkapnya.

Risma yakin, sektor usaha kecil menengah di Surabaya terus berkembang. Ia mencontohkan, warga di Kampung Lawas yang mampu mengikis pengangguran dengan menghidupkan berbagai usaha.

“There’s a will, there’s a way. Dimana ada kemauan, disitu ada jalan,” ujar mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Surabaya ini.

Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Surabaya, Imam Siswandi mengatakan, dari 790 orang jumlah pelamar kerja di lingkungan pemerintah kota, sekitar 200 lebih sebenarnya sudah disalurkan pemerintah kota ke perusahaan swasta dan badan usaha lainnya.

“Sekitar 70 orang disalurkan ke wasta melalui Disnaker,” jelasnya.

Menurutnya melalui pengarahan yang disampaikan Walikota, pihaknya ingin mendorong warga untuk membuka sector usaha sendiri. Ia menyatakan, pemerintah kota siap membantu untuk memberikan berbagai pelatihan, mulai pembuatn produk makanan, handycraft, hingga pembukuan.

“Kita kan punya program pahlawan ekonomi maupun anak-anak muda pejuang ekonomi,” pungkas Imam Siswandi. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.