GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini hati ini melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Tempat pembuangan akhir (TPA) Benowo. Risma menyatakan, di TPS Benowo rencananya akan dikelilingi green belt atau zona hijau.
Menurut Risma, standar TPA yang baik memang harus mempunyai barrier berupa green belt. Tujuannya, untuk mereduksi efek negatif TPA yang berdampak pada permukiman di sekitarnya.
“Green belt nantinya akan ditanami tanaman yang dapat menyerap bau sampah,” ujar Risma, Kamis (10/8/2016).
Progres pembuatan green belt saat ini memasuki tahap pembebasan lahan. Seluruh lahan yang dibebaskan merupakan milik swasta/perorangan. Diperkirakan lahan yang diperlukan untuk green belt ini mencapai 100 hektare.
Saat sidak, Risma juga mengunjungi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di TPA Benowo. Sebagaimana diketahui, sampah di TPA Benowo diolah menjadi gas metana yang menghasilkan listrik.
Listrik inilah yang kemudian dijual ke Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sedangkan sebagian dimanfaatkan untuk operasional di TPA Benowo.
Per hari, TPA Benowo mampu menghasilkan 1,8 hingga 2 megawatt. Ke depan, Pemkot akan meningkatkan produksi listrik dari sampah dengan cara membangun powerplan baru. Targetnya, produksi listrik mampu mencapai 10 megawatt per hari.
Namun demikian, Risma mengatakan bahwa membangun powerplan tidak semudah membangun apartemen. Dibutuhkan perencanaan, persiapan lahan, serta sarana penunjuang yang matang.
“Untuk lahannya, Pemkot memiliki lahan seluas 3 hektare tetapi akses ke lokasi tersebut masih belum siap,” terang Risma. (bmb/gbi)

