Risma Himbau Warganya Tak Tergiur Ingin Cepat Kaya

oleh
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini prihatin ada warganya yang menjadi korban penipuan
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini prihatin ada warganya yang menjadi korban penipuan Dinas Kanjeng Taat Pribadi.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Mencuatnya kasus penipuan yang dilakukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi ternyata tak luput dari perhatian Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

Tri Rismaharini menghimbau masyarakat tidak tergiur cepat kaya. Himbauan itu terkait adanya satu orang warga Surabaya dikabarkan menjadi salah satu korban dengan total kerugian mencapai Rp 300 juta.

“Ini memang masalah pribadi. Namun saya tak ingin ada lebih banyak warga Surabaya yang menjadi korban penipuan,” ingat Tri Rismaharini, Selasa (4/20/2916).

Menurut Risma, salah satu kunci utama untuk sukses adalah dengan bekerja keras. Bukan malah menitipkan uang dengan harapan dapat digandakan.

“Firman Tuhan itu mengatakan kalau mau sukses ya harus berusaha,” tegasnya.

Sebelumnya, korban penipuan Dimas Kanjeng, Wisnu Suharsono (35) lapor ke Mapolres Tanjung Perak, pada hari Minggu (2/10/2916).

Wisnu lapor atas penipuan yang dialami almarhum Kasianto yang sudah meninggal. Warga Tambak Asri ini disebut telah membayar mahar sebesar Rp 300 juta kepada Kanjeng Dimas.
Kasianto tercatat sebagai pengikut Kanjeng Dimas sejak 2012 sampai 2015. Selama menjadi pengikut ini, Kasianto telah menyerahkan uang sebesar Rp 300 juta.

Sebagai gantinya, Kasianto mendapat kotak kayu yang diyakini sebagai mesin penggandaan uang. Kotak warna cokelat ini berisi aneka ragam perhiasan, seperti tujuh gelang, 20 kalung, dan sebagainya.

Korban juga mendapat beraneka ragam uang asing, seperti selembar uang Thailand pecahan 1.000, selembar uang dollar AS, dan tiga lembar uang pecahan 5.000 Korea. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.