
GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Jelang malam pergantian tahun baru, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menghimbau kepada masyarakat secara berlebihan. Risma meminta agar masyarakat tidak menyalakan petasan dan kembang api selama malam tahun baru.
Pernyataan tersebut disampaikan Risma saat refleksi akhir tahun 2017 bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lantai VI Graha Sawunggaling Surabaya, Sabtu (30/12/2017) siang.
“Saya tidak mau kejadian pas malam pergantian tahun kemarin kembali terulang,” ingat Risma.
Risma menceritakan, pada malam pergantian tahun baru kemarin ada dua korban yang dilakukan ke RSUD dr Soetomo karena bermain petasan.
Menurut Risma, malam tahun baru sebenarnya adalah malam seperti hari biasa dan tidak perlu dirayakan secara berlebihan. Bahkan Risma meminta agar masyarakat lebih banyak untuk merenung dan merencanakan langkah ke depan agar semakin baik lagi.
Dalam kesempatan itu, Risma juga meminta agar semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) terkait untuk segera menyelesaikan kewajibannya membuat laporan di akhir tahun. Wali Kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini juga mengatakan akan menggiatkan operasi yustisi terhadap masyarakat luar kota yang datang.
“Kota Surabaya sudah penuh dan bila tidak dibatasi, maka akan berjejal. Awal tahun 2018 akan segera digelar operasi yustisi ini,” tandas perempuan kelahiran Kediri ini.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat Kota Pahlawan untuk mengurangi buangan sampah. Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, semarak malam pergantian tahun acapkali menyisakan timbunan sampah dalam volume besar.
Pesan tersebut, disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, Aditya Waskita menyampaikan, ajakan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (bmb/gbi)

