Ruhut-Hayono Mbalelo Dukung Ahok-Djarot, Demokrat Belum Tentukan Sanksi

oleh
Dua politisi senior Partai Demokrat Ruhut Sitompul (kiri) dan Hayono Isman (kanan) yang membangkang keputusan partainya di Pilgub DKI 2017.
Dua politisi senior Partai Demokrat Ruhut Sitompul (kiri) dan Hayono Isman (kanan) yang membangkang keputusan partainya di Pilgub DKI 2017.
Dua politisi senior Partai Demokrat Ruhut Sitompul (kiri) dan Hayono Isman (kanan) yang membangkang keputusan partainya di Pilgub DKI 2017.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Partai Demokrat menyentil keras dua kader seniornya, Ruhut Sitompul dan Hayono Isman karena membangkang keputusan partai dan mendukung pasangan Cagub-Cawagub yang diusung parpol lain, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat. Para petinggi partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono ini menyebut kedua politisi itu merupakan contoh kader yang buruk.

Ketua DPP Didik Murkianto mengingatkan kedua kader ini agar kembali mengikuti perintah partai untuk dan mendukung pemenangan Agus Harimurti dan Sylviana Murni di Pemilihan Gubernur DKI 2017.

“Rakyat Jakarta memahami perilaku politik akan merepresentasikan sikap dan kebijakan partai. Kalau ada kader yang tidak sesuai dengan garis partai jadi contoh buruk,” kata Didik di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/9).

Diketahui Partai Demokrat berkoalisi dengan PAN, PKB dan PPP membentuk Poros Cikeas untuk mengusung Agus-Sylviana.

“Hingga saat ini beliau masih tercatat sebagai pengurus DPP dan kader Demokrat. Apalagi Pak Ruhut diberi amanah rakyat sebagai wakil rakyat tentu konstituen beliau membaca,” sambung Didik.

Meski begitu, Didik mengaku belum tahu sanksi yang akan dijatuhkan kepada Ruhut dan Hayono karena sikapnya yang mbalelo. Partai akan memanggil kedua kadernya itu untuk dimintai keterangan terlebih dahulu sebelum dijatuhi sanksi.

“Prosesnya masih panjang. Kita akan periksa panggil minta keterangan. Dari keterangan akan diolah komite pengawasan seberapa jauh substansi pelanggaran yang dilakukan,” tegasnya.

Ruhut memang sudah lama menyatakan dukungannya kepada pasangan Ahok-Djarot. Ia mengaku menolak mengusung Agus karena bukan kader Partai Demokrat. Lagipula, menurut Ruhut, Jakarta masih membutuhkan figur dan kepimpinan Ahok.

Selain Ruhut, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman, memutuskan mendukung pasangan Ahok - Djarot di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang. Menurut Hayono, Ahok - Djarot merupakan pasangan harmonis. Dia meyakini pencalonan keduanya bukan sekadar untuk memperebutkan kekuasaan.

“Rakyat DKI butuh kepemimpinan model Ahok. Yang saya lihat secara konkret beliau tidak hanya melayani dengan hati, tapi beliau membangun sistem pelayanan yang hebat sehingga berpeluang besar memberantas korupsi dan menghargai kerja keras birokrasi DKI Jakarta,” ujarnya dalam jumpa pers di Posko Muda Mudi Ahok, Gedung Djakarta Theater, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (24/9) pagi. (med/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.