Saber Pungli Tangkap Penyidik Lain, Diduga Terima Suap dari Pengacara Dahlan

oleh
AKBP Brotoseno
AKBP Brotoseno
AKBP Brotoseno

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Penyidik Bareskrim Polri terkait kasus cetak sawah fiktif, AKBP Brotoseno, tidak ditangkap sendirian. Tim saber Pungli mencokok bekas penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi bersama oknum polisi lain berinisial D.

Polisi D inilah yang menerima suap dari HR yang bertindak sebagai pengacara mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Duit pelicin Rp 1,9 miliar yang diterima D untuk mengamankan kasus program cetak sawah fiktif di Ketapang, Kalimantan Barat itu, kemudian disetor dan dibagi dengan Brotoseno (BR).

“D telah mengakui menerima sejumlah uang yang merupakan suap dari pengacara berinisial HR. Setelah didalami lagi, D tidak sendiri tapi bersama saudara BR, ini anggota Polri juga. Terkait perkara cetak sawah di Kalimantan Barat tahun anggaran 2012 dan 2014,” jelas Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Pol Rikwanto. Duit suap Rp 1,9 miliar itu ikut disita Tim Saber Pungli sata menangkap AKBP Brotoseno.

Selain HR, Rikwanto mengatakan, ada satu orang lain yang juga tersangkut perkara ini, yakni LM yang berperan sebagai penghubung. LM, kata Rikwanto, juga menyiapkan uang Rp 1,1 miliar untuk mengamankan salah satu pihak yang tersangkut dalam kasus cetak sawah fiktif.

“Dia (D) sendiri mengakui uang itu diterima melalui LM. Semuanya sudah kami sita Rp 3 miliar, yang Rp 1,9 miliar dari dua oknum anggota Polri dan yang sisanya dari saudara LM sebagai perantara,” katanya.

Saat ditanya lebih jauh soal penyandang dana suap, Rikwanto menuturkan berdasar pengakuan D bahwa duit itu untuk diduga kuat bersumber dari Dahlan Iskan (DI). Dalam kasus ini, bos salah satu media ternama di Jatim itu masih berstatus saksi dan sudah beberapa kali diperiksa penyidik Bareskrim.

“Untuk apa? Untuk memudahkan pemeriksaan terhadap saudara DI. Memudahkan seperti apa? Memudahkan yang bersangkutan yaitu DI yang sering ke luar negeri baik urusan bisnis maupun urusan berobat sehingga meminta penyidiknya jangan terlalu cepat memanggil atau memeriksanya,” katanya.

Terkait kesepakatan di balik penyuapan itu, Tim saber Pungli masih mendalaminya. “Masih didalami. Apakah ada maksud dari uang suap itu apa untuk memperpendek kasusnya atau untuk menghilangkan kasusnya, ini masih didalami,” ucapnya. (tp/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.