GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Jumlah Jamaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Juanda Surabaya yang tertunda keberangkatannya kembali bertambah. Terbaru, tiga JCH tertunda keberangkatannya karena masih dalam perawatan di Rumah sakit haji.
Tiga jamaah calon haji tersebut masing-masing dua asal Bondowoso akibat menderita sakit diabetes dan satu orang dari Banyuwangi menderita patah tulang.
“Satu orang ini Kloter 17, mestinya berangkat hari ini,” terang Kepala Bidang (Kabid) Pemberangkatan Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, HM. Naim, Selasa (16/7/2016).
Naim memastikan calon jemaah haji yang masih dirawat hanya tertunda kebertangkatannya. Hanya saja, kemungkinan berangkat masih menunggu perkembangan kesehatan mereka.
“Ini hanya tunda berangkat saja,” cetusnya.
Ia menegaskan, selama masa perawatan seluruh biaya akan ditanggung PPIH embarkasi. Mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi saat ini sangat ektrem, pihaknya juga membekali JCH obat-obatan.
“Selain masker, semprotan juga ada obat gosok untuk capek,” terang Naim.
Tidak hanya itu, di tiap kloter juga akan didampingi 3 petugas medis untuk menangani jamaah yang kategori resiko tinggi. Mereka terdiri satu orang dokter dan dua orang para medis.
“Mereka memantau para jamaah yang berisiko,” ujarnya.
Calon jamaah haji yang berangkat ke tanah suci hari ini, masing-masing kloter 17 dan 18 asal jember, dan kloter 19 dengan jamaah dari jember, Blitar dan Surabaya.
Sebelumnya, sebanyak 74 JCH asal Surabaya yang tergabung dalam kloter 2 juga tertunda keberanikatannya. Puluhan JCH itu masih nunggu kepastian visa dari kedutaan besar Arab Saudi.
Sesuai dengan jadwal, kloter 2 masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya (Ahes) pada 9 Agustus, dan berangkat pada 10 Agustus. Namun, 74 JCH ini masih menunggu visa selesai di rumah masing-masing. (bmb/gbi)

