GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Calon Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan pelaksanaan pilkada serentak 2017 menjadi topik utama yang dibahas Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri saat bertandang ke Istana Merdeka bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Presiden Jokowi mengatakan sepakat dengan Megawati soal proses demokrasi yang sedang berlangsung di Indonesia. Menurutnya, negara seharusnya tidak hanya fokus pada urusan pilkada DKI semata. Pilkada serentak tahun depan diikuti 100 daerah lainnya.
Karena itu, Jokowi dan Megawati meminta masyarakat dan setiap calon kepala daerah saling menghargai satu sama lain. Menurut Presiden, eskalasi politik jelang Pilkada adalah hal yang biasa terjadi. Namun Jokowi menegaskan, situasi itu jangan sampai mengganggu kedaulatan negara dan merugikan bangsa.
“Menang dan kalah dalam Pilkada adalah biasa. Yang paling penting antarkandidat harus saling menghormati karena kita bersaudara,” kata Jokowi yang duduk bersebelahan dengan Megawati di beranda Istana Merdeka, Senin (21/11). Dalam pertemuan empat mata itu, Megawati membawakan oleh-oleh bakmi godok yang disantap di sela-sela obrolan mereka.
Jokowi berungkali menyebut ada aktor politik yang berupaya menungggani setiap momen menjelang pilkada. Salah satunya dalam demonstrasi 4 November lalu.
Aksi damai menentang Ahok berakhir ricuh. Tuntutan awal berupa penegakan hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta non-aktif Ahok kemudian berubah menjadi tuntutan penahanan yang bersangkutan.
“Ini (pilkada) dinamika biasa tapi ada yang menunggangi untuk kepentingan lain. Ada aktor politik yang memanfaatkan situasi. Jangan rugikan NKRI, jangan lemahkan Bhineka Tunggal Ika. Prinsipnya itu saja,” tegasnya.
Rencana demo lanjutan pun kembali digaungkan setelah Bareskrim Mabes Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka dugaan penistaan agama. Wacana ini beredar bersamaan dengan isu penarikan uang besar-besaran dari bank (rush). (Baca: Kapolri Larang Demo 2 Desember di Jalan Protokol).
Terkait situasi politik yang memanas belakangan ini, Megawati tak banyak berkomentar. Ia hanya mengikuti sikap Presiden Jokowi sebagai kepala pemerintahan.
“Pertanyaannya buat saya atau Bapak Presiden? Ya sudah, bagaimana Bapak Presiden,” kata Megawati sembari tertawa. (cni/gbi)

