GLOBALINDO.CO, MAKASSAR - PT Aulad Amin seolah tak kapok berbisnis pengiriman jamaah calon haji. Agen perjalanan tersebut kembali akan memberangkatkan jamaah ke tanah suci tahun depan.
“Insya Allah kami tetap akan urus tahun depan,” ucap pengurus PT Aulad Amin, Farida Fatmawati Angka, Ahad, 4 September 2016 kemarin.
Farida adalah wakil ketua rombongan haji via Filipina yang turut dipulangkan ke tanah air. PT Aulad Amin menjadi satu dari sejumlah penyedia jasa travel yang memberangkatkan haji lewat Filipina. Travel ini tidak terdaftar di Kementerian Agama Sulawesi Selatan.
Farida, bersama Direktur PT Aulad Amin, Natsir Amin, ikuti mendampingi 60 dari 95 calon haji dari Sulawesi Selatan. Menurut Farida, PT Aulad tidak akan mengembalikan uang jemaah yang telah dibayarkan. Para jemaah dianggap ikhlas mendaftar di travel Aulad Amin untuk diberangkatka ke tanah suci.
“Kalau mereka minta uang kembali, tahun depan tidak ada yang akan urus keberangkatan mereka,” tutur Farida.
Farida akan tetap memberangkatkan jamaah yang tahun ini gagal berangkat. “Tentu akan didaftarkan melalui jalur sesuai regulasi pemerintah,” ungkap dia.
Farida menjelaskan PT Aulad Amin sudah dua tahun memberangkatkan jamaah haji. Tahun lalu ada sekitar 100 calon haji diberangkatkan melalui Kota Bogor, Jawa Barat. Tahun ini, kata Farida, jamaah melalui jalur Filipina berjumlah 200 orang. Sudah ada 140 orang yang sudah tiba di Arab Saudi. “Tapi saya dengar mereka juga akan dipulangkan,” kata dia.
Bagaimana Aulad Amin memilih jalur Filipina? Menurut Farida, pihaknya memiliki banyak rekan bisnis di Malaysia. “Kami memanfaatkan tersebut mencari jalur ke Filipina dan ternyata dapat,” ujar Farida.
Seorang jemaah asal Kabupaten Barru, Wardah mengatakan berangkat lewat jasa travel PT Taskiyah. Dia mengaku telah membayar Rp150 juta untuk berhaji melalui Filipina. “Saya diajak mengurus paspor dan bisa ke Filipina sebelum berangkat haji,” kata dia.
Perwakilan Kementerian Luar Negeri, Bunyam Saptomo menjelasakan masyarakat harus waspada dan jeli melihat travel yang resmi. Menurut dia, banyak travel perjalanan yang ketap menawarkan berangkat haji tapi ternyata ilegal.
“Silakan mendaftar di agen travel yang resmi dan memiliki izin operasional,” kata Bunyam.(tmp/nur)

