Sejarawan Temukan 796 Rangka Bayi di Septic Tank Panti Asuhan

oleh
Panti Asuhan County Galway, Tuam, Irlandia yang berdiri tahun 1925 hingga 1961.
Panti Asuhan County Galway, Tuam, Irlandia yang berdiri tahun 1925 hingga 1961.
Panti Asuhan County Galway, Tuam, Irlandia yang berdiri tahun 1925 hingga 1961 menyembunyikan misteri kematian 796 bayi yang tidak dikubur secara layak.

GLOBALINDO.CO – Seorang peneliti sejarah (sejawaran) di Irlandia, Catherine Coless menemukan 796 rangka jasad bayi di septic tank di samping rumah bekas panti asuhan County Galway, Tuam. Temuan ini melahirkan dugaan kuat bahwa ratusan rangka bayi itu adalah anak-anak yang pernah tinggal di panti asuhan itu.

Temuan ini terkait dengan skandal adopsi di Tuam, antara tahun 1925-1961. Catherine Coless menemukan ratusan rangka bayi ini juga saat sedang berupaya menguak misteri sejarah tersebut.

“Mereka mati karena campak, kejang, TBC, gastroenteritis, dan penumonia,” ujar Coless seperti dilansir Dailymail.co.uk.

Dalam laporannya, Colees menunjukkan, banyak anak-anak yang meninggal di panti asuhan itu dikubur secara tak layak di samping rumah tanpa ada penghormatan, peti mati atau batu nisan.

Tuam adalah panti asuhan yang khusus menampung anak-anak terlantar hingga mereka diadopsi. Kebanyakan anak-anak berasal dari korban perceraian dan yang ditinggal mati orang tuanya.

Seorang ibu bernama Brideget Dolan pernah menempatkan dua anak laki-lakinya di Tuam. Putra pertamanya bernama John Desmond Dolan dilaporkan meninggal karena penyakit campak pada Juni 1947. Lalu putra keduanya William Joseph Dolan dikatakan meninggal pada tahun berikutnya tanpa surat kematian.

“Saya hanya ingin tahu apa yang terjadi pada keduanya. Mereka tidak pernah kembali,” ujarnya.

Pantai Asuhan County Galway, Tuam, Irlandia, saat masih beroperasi tahun 1925-1961.
Pantai Asuhan County Galway, Tuam, Irlandia, saat masih beroperasi tahun 1925-1961.

Sementara itu, seorang wanita berusia 85 tahun yang hanya mau disebut dengan nama Mary menceritakan kondisi panti asuhan itu. Mary adalah salah satu anak yang tersisa yang pernah dibesarkan panti asuhan itu.

“Aku ingat di sana ada aula besar. Di dalamnya penuh dengan anak-anak yang kotor dan pucat. Ada lebih dari 100 anak dengan 3-4 biarawati,” ujarnya memulai cerita.

Ia mengungkapkan bangunan itu sangat tua dengan dinding batu besar. “Ketika kami sedang makan di lorong yang besar, mereka memberi kami sup dari panci besar. Yang saya ingat, sup itu busuk. Tapi itu lebih baik daripada kami kelaparan,” ujarnya.

Mary juga mengatakan anak-anak di sana jarang dimandikan. Pakaian biasa dikenakan selama berminggu-minggu. Rumah asuh Tuam mengadopsi sekitar 40.000 - 60.000 anak-anak. Panti asuhan Tuam kemudian ditutup pada tahun 1961 karena terlibat skandal adopsi. (dym/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.