GLOBALINDO.CO, SURABAYA - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mengingatkan pentingnya disiplin untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kesadaran dibutuhkan untuk meminimalisir banyaknya sampah yang dibuang sembarangan.
Untuk bisa membudayakan kebersihan selaras dengan visi program Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS), menurutnya, harus diawali dengan kedisiplinan.
“Kontrol kita harus kuat. Harus mengajarkan agar orang telaten berbudaya bersih,” ujar Tri Rismaharini, Selasa (6/12/2016).
Berbeda dengan kebakaran yang rasio terjadinya kemungkinan tidak setiap hari, tetapi sampah bisa setiap menit dibuang di sembarang tempat. Untuk itu, dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk menciptakan budaya tersebut.
“Kalau di Surabaya, kami ikut turun langsung bersama masyarakat semisal melakukan kerja bakti bersih-bersih pantai dan sungai,” jelas mantan kepala dinas kebersihan dan pertamanan ini.
Risma menegaskan, dengan potensi wisata yang sangat luar biasa yang dimiliki Indonesia, sangat disayangkan bila potensi tersebut tidak bisa dioptimalkan karena terbentur masalah kebersihan.
“Indonesia itu kaya sekali. Sayang kalau kita nggak bisa ambil karena hal-hal semisal kotor atau warga yang nggak welcome. Padahal, dengan adanya turis, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Disinggung soal masih adanya sampah di Pantai Kenjeran, Risma percaya yang melakukannya bukan warga Surabaya. Mengingat, pihaknya sudah membuat pagar yang cukup tinggi di sekitar jalan yang mengelilingi pantai.
“Saya percaya sampah itu bukan dari warga Surabaya. Bisa juga sampah dari kali yang ikut terbawah ke laut,” tandas Risma.
Dalam kesempatan itu, Risma juga memberi tahu bahwa Surabaya berhasil menempati peringkat kedua di bawah Denpasar dalam peringkat indeks pariwisata Indonesia.
Meski Surabaya tidak memiliki potensi wisata alam seperti daerah lain, tetapi kekuatan Surabaya ada pada Meeting Incentive, Conference/Convention and Exhibition (MICE) yang didukung kota yang bersih, warga yang welcome dan infrastruktur memadai.
“Saya juga kaget kok bisa. Tapi katanya Surabaya unggul sebagai kota yang nyaman dan menyenangkan,” pungkas Risma. (bmb/gbi)

