GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Hasil survei Cagub-Cawagub DKI 2017 yang dirilis banyak lembaga survei belakangan ini terus mempecundangi pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat. Setelah Lingkaran Survei Indonesia (LSI), hasil riset Media Survei Nasional (Median) pun menunjukkan elektabilitas duet dari PDI Perjuangan-Golkar dan dua parpol lain lain ini semakin menurun dan tergencet dua pesaingnya.
Elektabilitas dan poularitas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno serta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni terus meningkat. Di saat bersamaan, lonjakan simpati publik itu diikuti merosotnya elektabilitas dan popularitas Ahok-Djarot.
Meskipun, dari hasil survei Median tingkat elektabilitas Ahok-Djarot 34,2% masih tertinggi . Mereka hanya unggul 9% dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang elektabilitasnya menyentuh 25,4%. Angka itu ditempel ketat oleh Agus-Sylviana dengan 21%.
“Bila tren elektabilitas berlanjut seperti sekarang setidaknya Pilkada bisa terjadi dalam dua putaran dan Ahok bisa kesulitan untuk menang di putaran kedua,” kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, dalam paparan hasil survei di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (5/10).
Survei ini dilakukan untuk mengetahui peta kompetisi antar kandidat pasca pendaftaran cagub dan cawagub DKI Jakarta. Populasi survei adalah seluruh warga DKI Jakarta yang memiliki hak pilih. Survei melibatkan 500 responden dengan margin of error +/- 4,4% pada tingkat Kepercayaan 95%. Sampel survei ini dipilih secara random dengan teknik Multistage Random Sampling dan proporsional atas populasi kotamadya dan gender. Pengambilan data dilakukan pada periode 26 September-1 Oktober 2016.
Elektabilitas Ahok terus menurun karena banyak faktor. Sementara itu tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Ahok-Djarot saat ini di angka 51,4%.
Dari semua kelemahan yang dimiliki pasangan Ahok-Djarot, data motif pemilih menunjukkan bahwa Ahok masih dianggap paling kompeten. Dari 100% pemilih yang menilai kandidat berkinerja bagus, 48,3% memilih Ahok-Djarot dibanding Anies Sandi yang 25% dan Agus-Sylvi (16,7%). Bila Ahok-Djarot konsisten dengan isu kompetensi bukan tidak mungkin tren positif bisa kembali dirasakan Ahok.
“Ahok bisa saja rebound atau menaikkan kembali elektabilitasnya bila fokus mensosialisasikan keberhasilan kinerjanya. Musuh besar Ahok adalah dirinya sendiri, secar akinerja masih banyak yang menganggap Ahok berkinerja baik, hanya saja banyak karakternya yang tidak disukai publik,” kata Rico.
Sekadar perbandingan, dalam survei yang diselenggarakan LSI, suara Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat memang masih memimpin, yakni 31,4 persen, pada Oktober. Nilai ini turun 28 persen dibandingkan enam bulan sebelumnya, yakni 59,3 persen, pada Maret 2016.
Adapun pesaing Ahok, Anies-Uno dan Agus-Sylviana, bersaing ketat. Tingkat elektabilitas Anies-Uno mencapai 21,1 persen, sementara Agus-Sylviana 19,3 persen.
Ahok harus bekerja ekstra keras untuk mengembalikan elektabilitasnya karena dua lawannya punya potensi besar memenangkan Pilgub DKI. Anies Baswedan merupakan representasi dominan dari pemilih yang ingin ada perubahan di Jakarta namun Anies harus memperbaiki dan menyusun tawaran program yang jelas
“Agus Harimurti Yudhoyono seperti rising star dalam Pilgub ini, dengan menawarkan daya tarik personal dan nama besar Yudhoyono. Hanya saja tentu pemilihan masih beberapa bulan ke depan, tidak hanya bisa dimenangkan dengan daya tarik individual. Agus harus beradu gagasan dengan dua kandidat lainnya,” tegasnya.
Hasil survei Median yang menguntungkan pasangan Anies-Sandiaga dan Agus-Sylviana ini diperkuat dengan analisa Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima). Ia menilai, persaingan paling berat di Pilgub DKI 2017 justru terjadi di antara kedua pasangan pesaing Ahok-Djarot.
Analisa Ray ini masioh mengacu pada hasil survey LSI. “Apalagi kalau selisihnya hanya 2 persen,” ujar Ray di Jakarta, Rabu (5/10).
Perbedaan tingkat elektabilitas yang tipis antara Anies-Uno dan Agus-Sylviana dinilai Ray akan menjadi pertarungan sengit kedua pasangan. Ray mengungkapkan, Agus-Sylviana berpotensi mengungguli suara Anies-Uno.
Hal ini, menurut Ray, karena kampanye Anies masih membawa isu keagamaan. Kampanye semacam ini tidak akan bertahan lama dalam menarik perhatian masyarakat. “Paling hanya mampu menarik 25 persen,” katanya.
Ray memprediksi, jika tim kampanye Anies tidak mengubah strategi, Agus akan mengungguli Anies. Ia memprediksi, jika pilkada menjadi dua putaran, kemungkinan Ahok dan Agus akan head to head. (dt/gbi)
Berikut hasil survei elektabilitas cagub dan cawagub DKI dari Median:
Popularitas Personal:
Basuki Tjahaja Purnaa: 95,4%
Agus Harimurti Yudhoyono: 78,4%
Djarot Saiful Hidayat: 76,6%
Anies Baswedan: 73,8%
Sandiaga Uno: 70,0%
Sylviana Murni: 50,2%
Elektabilitas pasangan cagub-cawagub:
Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat: 34,2%
Anies Baswedan-Sandiaga Uno: 25,4%
Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni: 21,0%
Undecided: 19,4%

