Tarif Baru Gojek Picu Demontrasi di Yogyakarta

oleh

demo gojekGLOBALINDO.CO, YOGYAKARTA - Pemberlakuan kebijakan tarif baru oleh perusahaan ojek online, PT Gojek Indonesia memicu aksi demontrasi di Yogyakarta.

Ratusan driver Gojek menggelar aksi demonstrasi menolak sistem tarif baru tersebut di kantor perwakilan Gojek DIY di Jl Tentara Zeni Pelajar Yogyakarta, Senin (15/8/2016).

Para driver Gojek mendengarkan orasi dari teman-teman mereka. Sejumlah perwakilan driver Gojek masuk ke dalam kantor menemui pimpinan kantor perwakilan Gojek Yogyakarta.

Sistem baru PT Gojek melalui versi 100 dinilai merugikan dan mempersulit kinerja driver. Driver Gojek merasa lebih nyaman dengan sistem lama sistem 98 karena dinilai berpihak pada driver.

“Pendapatan turun drastis dengan aturan yang baru ini. Kami ingin kembali seperti semula. Untuk sementara kami nggak jalan dulu,” kata driver Gojek, Tatik Arif (48) di kantor perwakilan Gojek Yogyakarta.

Sebelum ada aturan baru, Tatik mengaku bisa mengantongi Rp 200-300 Ribu per hari. Pekerjaan sebagai Gojek masih bisa disambi sebagai ibu rumah tangga di rumah.

Driver Gojek lain, Heru Budianto (72) mengatakan, dengan aturan baru pendapatanya turun 70 persen. Sebelumnya, setiap kali dapat order dengan jarak 6 KM mendapat Rp 15 ribu dan di potong Rp 3 ribu. Sekarang dapat Rp 15 ribu di potong Rp 7 ribu

“Dulu masih bisa rasakan pendapatan, sekarang tidak bisa. Sekarang nggak cukup untuk makan, minum, bensin, pulsa, kita sudah banyak keluar untuk itu,” kata Budi.

Driver Gojek seluruh Yogyakarta mendesak PT Gojek Indonesia melakukan peninjauan kembali terhadap tarif dasar minimum dan tarif pe KM karena dinilai merugikan driver, penghapusan fitur performa harian driver karena merugikan dirver dan telah mengambil hak-hak driver berupa bonus poin karena sistem kalkulasi penilaian tidak jelas dan tidak adil.

Mengembalikan fitur setting range pilihan jasa mulai dari GO-RIDE, GO-SEND, GO-FOOD, GO-MART, GO-SHOP dan sebagainya karena terkait dengan Passion dari masing-masing dirver yang berbeda di setiap layanan serta range modal karena hal ini terkait modal setiap driver berbeda-beda.

Para driver Gojek di Yogyakarta tidak beroperasi dari tanggal 15-19 Agustus ini sambil menunggu keputusan PT GO-JEK Indonesia di Jakarta. Jumlah dirver GOJEK di wilayah DIY sendiri kini mencapai 2000an driver yang tersebar di DIY.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.