
GLOBALINDO.CO, PAPUA - Aksi tawuran antar warga pecah di Distrik Kwamki Narama, Timika, Papua, Senin (27/11/2017). Dua kubu warga saling serang menggunakan panah, parang dan kampak.
Tawuran dipicu tewasnya seorang warga dari kampung Mekurima (kubu atas), Dedi Kiwak pada Minggu (12/11/2017) lalu. Dedi tewas setelah tertembus puluhan anak panah di sekujur tubuhnya. Hal itu diduga dilakukan warga dari kampung Landu Mekar (kubu bawah).
Tak terima dengan pembunuhan itu, kelompok warga kampung Mekurima menuntut balas sehingga terjadilah tawuran. Aksi balas dendam hingga perang terjadi sejak Minggu (19/11/2017) hingga hari ini.
(Baca Juga: Tawuran Warga dan Penambang Pasir Liar di Bojonegoro, 1 Orang Terkapar Disabet Gergaji)
Dua kubu dari kedua kampung itu kembali terlibat bentrok Senin (27/11) pagi ini. Kedua kubu saling panah di antara hutan-hutan perbatasan dua kampung tersebut.
Wakapolres Mimika, Kompol Arnolis Korwa yang berada di lokasi mengatakan, pihaknya telah melakukan pendekatan terhadap tokoh-tokoh adat dan terus mengedepankan pendekatan yang persuasif.
“Ya kita sudah melakukan pendekatan-pendekatan persuasif. Kami imbau, perang-perang terus sampai bayar kepala bukan zamannya lagi. Lebih baik uang itu dipakai buat sekolah,” kata A Korwa.
200 Personil Polres Mimika yang terdiri dari Dalmas dan jajaran Polisi lainnya dikerahkan guna menengahi perang di Distrik tersebut.
“Ada dua ratusan polisi sudah disiagakan di Kwamki Narama. Kami akan sweeping dan sita semua panah-panah,” tambah A Korwa.
Karena selalu dihalau oleh aparat kepolsiain, bentrok antar dua kelompok warga di Distrik Kwamki Narama lakukan di dalam hutan.(dtc/ziz)

