GLOBALINDO.CO, TANGERANG - Niat baik menertibkan antrean pemeriksaan keimigrasian di Bandara Soekarno-Hatta malah berbuah pemukulan. Hal itu menimpa seorang petugas Imigrasi di Terminal 2E Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta. Petugas dipukuli warga negara (WNA) Arab Saudi, Abdul Aziz Mohammed.
Saat itu, Abdul baru mendarat dengan tiga temannya dan sedang antre untuk stempel paspor di bagian Imigrasi. Dari kejadian itu, Abdul mengalami luka hingga mengeluarkan darah dari kepalanya.
“Peristiwa kemarin merupakan interaksi atau aksi-reaksi petugas dan penumpang. Penumpang empat pemuda Arab Saudi yang diminta tertib di depan untuk antre satu per satu tapi malah bergerombol dan ada yang menggunakan handphone,” kata Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta, Alif Suaidi, Kamis (11/8/2016).
Menurut Alif, pemukulan awalnya dipicu oleh perilaku keempat pemuda Arab Saudi yang tidak mau antre hingga membuat petugas Imigrasi keluar dari counter dan menghampiri mereka.
Petugas Imigrasi kemudian disebut dikelilingi oleh para pemuda itu dan mereka pun adu mulut.
“Adu mulut tak terkendali menjadi adu pukul. Kami minta maaf atas kejadian tersebut dan dibantu petugas Kedutaan Arab Saudi membantu untuk proses komunikasi,” ujar Alif.
Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, Abdul sengaja mengeluarkan ponsel untuk merekam warga negara asing (WNA) yang terlihat memberikan uang kepada salah satu petugas Imigrasi.
Ketika sedang merekam, Abdul dihampiri petugas tersebut dan dibawa ke sebuah ruangan hingga terjadi pemukulan.
Menanggapi informasi tersebut, Alif belum menjelaskan lebih lanjut. Dia hanya mengakui ada kesalahan internal dari petugasnya dan pihaknya telah menindak petugas yang terbukti bersalah.
“Secara internal, kami telah menindak petugas dan berharap semua penumpang dapat mematuhi aturan yang berlaku,” ujar dia.(kcm/ziz)

