Tiga Anggota DPRD Surabaya Kembali Ditetapkan Menjadi Tersangka Korupsi Jasmas

oleh
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Ratih Retnowati (tengah).

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi Jasmas. Tidak tanggung-tanggung, kali ini ada tiga nama anggota DPRD Surabaya yang langsung ditetapkan menjadi tersangka.

Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak Lingga Nuarie, menuturkan tiga nama yang ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya telah mangkir sebanyak tiga saat dipanggil. Salah satunya adalah Wakil Ketua DPRD dari Partai Demokrat, Ratih Retnowati.

Selain Ratih Retnowati, dua nama lainya adalah Dini Rijanti yang juga berasal dari Partai Demokrat. Selanjutnya ada nama anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN), Syaiful Aidy.

“Hari ini kami menetapkan ketiga anggota DPRD Surabaya tersebut sebagai tersangka kasus korupsi jasmas. Ketiganya adalah anggota DPRD Surabaya,” Lingga Nuarie didampingi Kasi Pidsus Dimaz Atmadi dan Jaksa Penyidik kasus jasmas Muhammad Fadil saat merilis penetapan tersangka ketiga anggota DPRD Surabaya, Senin (19/8/2019) sore.

Diungkapkan Lingga, pada hari ini sejatinya ketiga wakil rakyat tersebut dipanggil sebagai saksi untuk ketiga kalinya. Namun panggilan tersebut kembali diabaikan.

“Sebenarnya hari ini adalah panggilan ke tiga yang dikirim kejaksaan, tapi mereka tidak hadir dengan alasan tertentu,”ungkapnya.

Menurut Lingga, ketiga tersangka berperan sebagai penampung proposal jasmas dari Agus Setiawan Tjong, yang saat ini telah divonis 6 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tipikor Surabaya.

“Perannya sama seperti tiga tersangka sebelumnya yakni Sugito, Darmawan dan Binti Rochma,”sambungnya.

Untuk diketahui, Dalam kasus dugaan korupsi ini, Kejari Tanjung Perak sudah menahan tiga anggota DPRD Surabaya yakni Sugito Darmawan dan Binti Rochma.

Tak hanya tiga anggota DPRD Surabaya, dalam kasus itu juga sebelumnya pihak swasta yaitu Agus Setiawan Tjong juga ditahan dan telah di vonis pengadilan tipikor Surabaya selama 6 tahun penjara. Tjong merupakan pelaksana proyek pengadaan terop, kursi, meja, dan sound system pada 230 RT di Surabaya.

Dari hasil audit BPK, Proyek pengadaan program Jasmas tersebut bersumber dari APBD Pemkot Surabaya, tahun 2016 dan merugikan keuangan negara hingga Rp 5 miliar akibat adanya selisih angka satuan barang yang dimainkan oleh Agus Setiawan Tjong.

Informasi yang dihimpun, program Jasmas ini merupakan produk dari sejumlah oknum anggota DPRD Kota Surabaya yang telah diperiksa penyidik. Tanpa peran ke enam sang legislator itu, program Jasmas dalam bentuk pengadaan ini tidak akan terjadi.

Penyimpangan dana hibah ini bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya, diantaranya untuk pengadaan terop, kursi Chrom, kursi plastik, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.