GLOBALINDO.CO, JAKARTA - Tim pemenangan pasangan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mencurigai adanya dalang di balik aksi penghadangan kampanye duet petahana. Namun identitas pihak yang dicurigai sebagai aktor intelektual itu hanya diungkapkan kepada penyidik Polda Metro Jaya.
“Saya lihat seperti itu,” kata Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Prasetio Edi Marsudi di Polda Metro Jaya, Senin (21/11). Prasetio yang juga politisi PDI Perjuangan ini mendatangi Polda Metro Jaya guna mendampingi pemeriksaan Djarot sebagai saksi terkait pengadangan kampanye di Kembangan Utara Jakarta Barat.
Prasetio tak bergeming saat didesak untuk mengungkap sosok yang dianggap aktor penghadangan kampanye Ahok-Djarot. Namun, Ketua DPRD DKI Jakarta itu berharap polisi menindak tegas pelaku pengadangan kampanye Ahok-Djarot.
Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menyatakan aksi pengadangan kampanye Djarot di Kembangan Utara termasuk kategori tindak pidana pemilu. Selanjutnya, Bawaslu DKI melanjutkan laporan itu ke Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.
Hari ini, cawagub petahana DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polda Metro Jaya selama lebih kurang dua jam. Ia dimintai keterangan terkait kasus penghadangan terhadap kegiatan kampanyenya di Kembangan Utara, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.
Djarot menjalani pemeriksaan mulai pukul 16.00 sampai pukul 18.15. Seusai diperiksa, Djarot mengaku diajukan 17 pertanyaan oleh penyidik.
“Tadi sudah saya berikan keterangan waktu di BAP (berita acara pemeriksaan), ada 17 pertanyaan yang menyangkut kronologi penghadangan yang menghalang-halangi kampanye di Kembangan Utara,” kata Djarot di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, di Jakarta, Senin (21/11).
Djarot berbicara dengan didampingi ketua tim pemenangan Ahok-Djarot, Prasetio Edi Marsudi, atau yang akrab disapa Pras. Kepada penyidik, Djarot mengaku menceritakan bahwa ia bertemu seseorang yang menjadi komandan aksi penolakan di Kembangan Utara.
“Dan saya sudah jelaskan kronologis dialog saya dengan komandan itu. Biar nanti diproses oleh penyidik, ini yang tadi saya sampaikan,” kata Djarot. (kc/gbi)

