Turki Kembali Diguncang Aksi Pengeboman, 13 Orang Tewas

oleh

teror bom turkiGLOBALINDO.CO, DIYARBAKIR – Aksi pengeboman kembali mengguncang wilayah Turki. Dua ledakan bom terjadi di dua kota di bagian tenggara Turki yang menyebabkan 13 orang tewas, Rabu (10/8/2016).

Kantor berita Reuters melaporkan, puluhan orang juga terluka. Sumber keamanan Turki menyalahkan Partai Pekerja Kurdi (PKK) atas serangan terkoordinasi yang menargetkan polisi tersebut.

Seorang komandan PKK sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka akan melakukan serangan baru di Turki. Ia mengatakan, polisi takkan hidup tenang seperti di masa lalu.

Sebelumnya, pada hari itu empat tentara tewas dan sembilan terluka ketika gerilyawan melepaskan tembakan dengan roket dan senjata jarak jauh dari seberang perbatasan Irak.

Sumber-sumber keamanan juga menyalahkan PKK dalam serangan di Provinsi Sirnak itu.

Turki sering meluncurkan serangan udara terhadap basis-basis PKK di daerah pegunungan di Irak utara dekat perbatasan kedua negara. PKK umumnya mendirikan kamp-kampnya di sana.

Gencatan senjata antara Turki dan PKK, yang menginginkan wilayah otonomi yang lebih luas dan mandiri memicu beberapa kekerasan terburuk dalam beberapa dekade di Turki tenggara.

Empat warga sipil tewas ketika bom pinggir jalan diledakkan dengan pengendali jarak jauh di dekay sebuah rumah sakit di kota Kiziltepe, Provinsi Mardin, dekat perbatasan Suriah.

Serangan itu menargetkan sebuah bus yang membawa polisi. Sekitar 30 warga sipil dan 10 polisi terluka.

Di kota terbesar di kawasan ini, Diyarbakir, lima warga sipil tewas akibat serangan bom mobil yang juga hendak menargetkan polisi.

Sumber mengatakan, akibat serangan itu juga 12 orang terluka, termasuk lima polisi.

Seorang komandan PKK, Cemil Bayik mengatakan, perang gaya baru telah dikembangkan. Bayik mengatakan itu dalam wawancara dengan kantor berita Firat, yang dekat dengan kelompok itu.

“Perang sekarang akan dilakukan di mana-mana tanpa membedakan antara pegunungan, lembah dan kota,” kata Bayik.

Amerika Serikat mengutuk serangan terbaru dengan menegaskan kembali komitmennya dalam memberantas terorisme.

“Kami berhubungan erat dengan otoritas Turki dan menegaskan kembali komitmen kami untuk bekerja sama dengan Turki untuk menghadapi momok terorisme,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Ned Harga, dalam sebuah pernyataan.

Turki masih belum stabil setelah upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli lalu, yang menewaskan lebih dari 240 orang dan melukai 2.200 orang.

Lebih dari 60.000 orang, termasuk sejumlah anggota militer dan polisi telah ditahan, dipecat, dan bahkan disiksa.

PKK, yang telah dicap sebagai organisasi teroris oleh Turki, Uni Eropa, dan Amerika Serikat, mengangkat senjata melawan Ankara sejak 1984.

Setidaknya lebih dari 40.000 orang, sebagian besar warga Kurdi, telah tewas dalam kekerasan itu.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.