
GLOBALINDO.CO, LONDON - Wali Kota London, Sadiq Khan, kembali menegaskan tidak akan menggelar upacara penyambutan secara resmi untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan berkunjung ke Inggris pada Februari 2018 mendatang. Kunjungan Trump ke Negeri Ratu Elizabeth untuk menemui Perdana Menteri Theresa May.
Khan menyampaikan hal itu melalui pernyataan tertulis yang dirilis setelah Majelis Kota London menanyai dirinya soal bagaimana kesaiapan pemerintahannya menyambut kunjungan resmi Trump nantinya.
“Sebagai Wali Kota, saya akan selalu bersuara untuk melindungi kepentingan dan keamanan warga London. Setelah insiden terbaru, saat Presiden Trump menggunakan Twitter untuk mempromosikan kelompok ekstremis, keji yang keberadaannya hanya untuk menyebar perpecahan dan kebencian di negara kita, sudah jelas bahwa setiap kunjungan resmi ke sini tidak akan disambut baik,” ucap Khan Seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Jumat (29/12).
Walikota London muslim pertama itu bahkan menentang kunjungan Trump ke Ingrris dan meminta PM Theresia May mempertimbangkan kembali pertemuan dengan presiden komplotan Israel.
”Saya sebelumnya meminta Theresa May untuk membatalkan tawaran kunjungan kenegaraan kepada Presiden Trump yang tidak dipertimbangkan matang,” tandas Khan.
Khan menegaskan bahwa rakyat Inggris termasuk dirinya sendiri sangat menyayangi Amerika dan warga Amerika. Namun Khan menyebut komentar-komentar kontroversial Trump beberapa waktu lalu bertentangan dengan posisi Inggris soal rasialisme dan kebencian.
“London adalah suar toleransi, penerimaan dan keberagaman, dan Tuan Trump sekali lagi telah menunjukkan dari waktu ke waktu bahwa pandangannya sungguh bertentangan dengan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh warga London,” tandasnya.
Bulan lalu, Trump memancing kemarahan politikus dan publik Inggris usai me-retweet tiga video propaganda anti-muslim via akun Twitternya. Video propaganda anti-muslim itu diposting oleh Jayda Fransen, yang merupakan Wakil Ketua Britain First, kelompok sayap kanan jauh yang anti-Islam.
PM May melalui juru bicaranya, mengecam menyebut tindakan itu ‘salah bagi seorang presiden untuk melakukan hal ini’. PM May menyebut Trump sama saja mempromosikan ujaran kebencian. Trump membalas PM May dengan memintanya untuk ‘fokus memberantas Terorisme Radikal Islamis’. (ret/gin)

