GLOBALINDO.CO, MAKASSAR - Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto membeber rekaman video CCTV yang menunjukkan aksi penyerangan 200 anggota polis ke kantor Balaikota Makassar.
“Ada kok semua rekamannya. Tampak jelas semua anggota kepolisian yang melakukan penyerangan. Ada sekitar 200-an anggota polisi dan Satpol PP terlihat hanya sekitar 30-an orang yang pertahankan kantor Balaikota Makassar,” kata Danny, sapaan akrab Mohammad Ramdhan Pomanto, Jumat (19/8/2016).
Danny juga mempertanyakan soal 5 anggota kepolisian yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, menurut Danny, penetapan tersangka 5 anggota polisi tersebut tidak jelas pasal yang dilanggar.
“Kenapa hanya 5 anggota polisi yang ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan ada 200 anggota polisi yang melakukan penyerangan dan perusakan kantor Balaikota Makassar,” tuturnya.
Saat ditanya kerugian materil akibat penyerangan balaikota, Danny menyebut angka Rp 300 juta. Itu belum termasuk kerugian non-materil.
“Dalam penyerangan dan perusakan kantor itu kan hampir seratusan motor dan ada empat mobil yang dirusak. Belum lagi kaca-kaca kantor Balaikota Makassar yang merupakan situs sejarah peninggalan Belanda pecah. Belum lagi arsip pemerintah, banyak yang rusak,” bebernya.
Seperti diketahui, dalam bentrokan fisik di dua lokasi di Kota Makassar, yakni di Anjungan Pantai Losari dan kantor Balai Kota Makassar, sebanyak 25 orang anggota Satpol PP ditangkap polisi.
Bentrokan antara anggota polisi melawan anggota Satpol PP Kota Makassar menelan korban jiwa dan puluhan lainnya luka-luka. Seorang anggota Sabhara Polda Sulsel, Bripda Michael Abraham Rieuwpassa tewas dalam insiden itu.
Bripda Michael tewas saat ia dan bersama rekannya dari Sabhara Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel menyerang Balai Kota Makassar.(kcm/ziz)

