Warga Ibukota Ingin Pemimpin Baru, Agus Kokoh Jadi Gubernur Survei

oleh
Cagub-Cawagub DKI nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) dan Sylviana Murni semakin mengukuhkan diri sebagai gubernur-wagub survei.
Cagub-Cawagub DKI nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) dan Sylviana Murni semakin mengukuhkan diri sebagai gubernur-wagub survey.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni masih kokoh merajai hasil survei elektablitas Calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017. Peluang duet calon yang diusung Partai Demokrat, PKB dan PAN ini memenangi Pilkada DKI 2017 semakin terbuka lebar seiring hasil survey mayoritas warga ibukota yang menghendaki sosok pemimpin baru.

Dua fakta tadi terungkap dari hasil riset Lingkaran Survei Indonesia pimpinan Denny JA terkait Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017. Survei menunjukkan, sejumlah 60,3 persen warga Ibu Kota menginginkan gubernur baru.

Peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan, ada tiga alasan yang membuat publik ingin memiliki gubernur baru. Alasan pertama yaitu karena calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dianggap mempunyai rapor merah pada empat aspek kehidupan masyarakat DKI Jakarta.

Persepsi publik terhadap empat aspek kehidupan sehari-hari yaitu aspek politik, ekonomi, keamanan, dan penegakan hukum cenderung negatif. Keempat aspek ini dinilai sangat baik/baik hanya di bawah angka 50 persen. Aspek politik dinilai sangat baik/baik hanya sebesar 45,30 persen, aspek ekonomi 45,70 persen, aspek keamanan 46,40 persen, dan aspek penegakan hukum 45,0 persen.

“Buruknya berbagai aspek kehidupan ini, membuat warga Jakarta menuntut adanya kepemimpinan baru di Ibu Kota,” kata Adjie di kantor LSI Denny JA, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (14/12).

Alasan kedua, lanjut Adjie, adalah karena mayoritas publik atu sebesar 68,5 persen publik menyatakan kehidupan tak nyaman dengan berbagai pro kontra, dalam bentuk aksi dukung atau tolak Ahok.

“Warga tidak nyaman atas apa yang terjadi selama gubernur petahana menjabat. Mereka ingin perubahan, termasuk perubahan personel gubernurnya,” ujarnya

Ketiga, yaitu mayoritas publik atau sebanyak 65 persen, tak bersedia dipimpin oleh gubernur dengan status tersangka. Sedangkan Ahok saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Meski naiknya status tersangka menjadi terdakwa memang tergantung proses peradilan, namun sudah menjadi memori publik bahwa Ahok saat ini bersalah atas dugaan penistaan agama,” ujarnya menambahkan.

“Status Ahok sebagai tersangka menjadi hambatan psikologis publik untuk memilihnya kembali,” pungkasnya.

Hasil survey LSI juga mengungkap tingkat elektabilitas teranyar dari tiga pasang cagub-cawagub DKI. Hasil survei menempatkan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai cagub paling favorit pilihan warga ibukota.

“Saya akan mensyukuri jika ada nilai yang baik bagi saya dan Mpok Sylvi. Tapi juga tetap memiliki mentalitas agar jangan berpuas diri, kemudian merasa sudah cukup bekerja,” kata Agus di Tegal Parang, Mampang Perapatan, Jakarta Selatan, Rabu (14/12). Agus mengatakan akan terus menyapa masyarakat agar tetap mendapat simpati dan dukungan warga. Apalagi, menurut Agus, interaksi calon pemimpin bisa berlangsung hangat dan mudha menyerap aspirasi dengan cara bertatap muka langsung.

“Saya masih merasa banyak hal yang harus saya lakukan terutama menyapa warga karena itulah kekuatan yang tidak tergantikan oleh apapun,” ucap putra sulung mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Perwira menengah TNI ini menambahkan tidak mengetahui daerah mana yang memiliki pendukung terbanyak pasangan nomor urut satu. Maka dari itu, Agus menyatakan akan terus berusaha meningkatkan elektabilitasnya di seluruh wilayah yang ada di Jakarta. “Saya mencoba bersama tim membuat jadwal seberimbang mungkin di semua wilayah. Mudah-mudahan mereka semakin mengenal dan memahami program-program yang kami tawarkan,” kata Agus. (gbi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.