
GLOBALINDO.CO, DEPOK - Polisi menembak mati seorang bandar sekaligus pengedar narkoba asal berinisial MA alias D di Depok, Jawa Barat, Rabu (20/12). Bandar asal Kabupaten Bekasi saat hendak bertransaksi narkoba di dekat RS Hermina Depok.
“Jadi Polres Metro Bekasi mendapatkan MA alias D yang merupakan DPO BNN dan Polda Metro. Setelah dapat laporan dari warga, Polres Metro Bekasi mendapati MA alias D dan satu tersangka lainnya, Ade hendak bertransaksi narkoba di dekat rumah sakit di Depok,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (27/12).
Dari penangkapan tersebut, polisi mendapatkan barang bukti berupa 2,5 kilogram sabu efedrim dan 100 gram MDA atau sabu cair yang sudah dikristalkan. Setelah itu, Polres Metro Bekasi langsung membawa dua tersangka itu ke Mapolres Metro Bekasi.
MA alias D yang dianggap sebagai bandar kelas kakap itu kemudian dipaksa menunjukkan lokasi produksi narkoba yang dijualnya. Ketika ditanya, MA alias D mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Malaysia yang diedarkan di Indonesia melalui jaringan lembaga permasyarakatan di Jawa Barat.
Saat dibawa untuk menunjukkan lokasi gudang tersebut, kata dia, MA mencoba merebut senjata petugas sehingga dia ditembak empat kali di bagian punggung.
“Kita kembangkan dan ternyata bahwa jaringan ini mempunyai gudang. Saat tersangka kita bawa untuk menunjukkan gudang di daerah Cimanggis, tersangka sempat menginjak kaki petugas dan merebut senjatanya. Anggota kemudian menembak MA alias D sebanyak empat kali di bagian punggung,” ujar Argo.
MA alias D pun tewas saat di dalam perjalanan menuju RS Polri Kramatjati. Jenazahnya hingga kini masih berada di rumah sakit tersebut. (kc/adi)

