
GLOBALINDO.CO, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Rudiantara meminta Facebook untuk menyerahkan laporan berapa data pengguna Facebook di Indonesia yang bocor.
Meski secara terang-terangan meminta Facebook menyerahkan data itu, ternyata Rudiantara tidak memberikan batas waktu. Alasannya, Rudiantara yakin Facebook berkomitmen terhadap regulasi yang ada di Indonesia.
“Kalau saya minta dua hari tapi enggak bisa dikerjakan dua hari kan sama saja bohong. Tunggu saja,” ujar Rudiantara di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (9/4/2018).
Rudiantara mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya mengenai data pengguna Facebook di Indonesia yang tidak hanya bocor ke Cambridge Analitica, melainkan juga bocor ke CubeYou.
CubeYou adalah firma analis pihak ketiga yang mengumpulkan data pengguna Facebook melalui kuis kepribadian.
CubeYou diduga menyerahkan data pengguna Facebook ke para pengiklan agar lebih mudah menyasar target pasar. Namun, Rudiantara belum dapat memastikan berapa jumlah data pengguna Facebook di Indonesia yang bocor ke CubeYou.
“Saya baru update tadi pagi, ada lagi aplikasi yang mirip Cambridge Analitica. Tapi saya sudah telepon Facebook, tolong secepatnya kalau ada yang berkaitan dengan data pengguna Facebook Indonesia, sampaikan kepada kami,” terangnya.
Kemenkominfo sudah memberikan teguran tertulis dan teguran lisan ke Facebook. Namun, dua teguran itu bukan terkait kebocoran data pengguna Facebook ke CubeYou, namun ke Cambrdge Analitica.
“Tapi soal transparansi, perusahaan sekelas Facebook yang sudah listed di New York dan yang nilai kapitalisasi pasarnya ratusan triliun rupiah pasti enggak akan main-main dengan regulasi,” lanjut dia.
Rudiantara juga belum mendapatkan laporan mengenai jumlah pasti data pengguna Facebook di Indonesia yang bocor ke Cambrdge Analitica.
“Dari teguran tertulis yang kami keluarkan, kami minta kepada Facebook untuk update terus mengenai jumlah data dari pengguna berasal dari Indonesia (yang bocor ke Cambridge Analitica). Karena kan angkanya berubah,” ujar Rudiantara.
Setelah Cambridge Analytica dan AggregateIQ, kini giliran CubeYou yang ditangguhkan dari jejaring sosial Facebook. Lagi-lagi, hal ini menyusul temuan pencurian data pribadi pengguna.
Sama seperti Cambridge Analytica, CubeYou adalah firma analis pihak ketiga yang mengumpulkan data pengguna Facebook, lewat kuis kepribadian.
CubeYou sesumbar data-data itu untuk kepentingan riset pendidikan yang sifatnya non-profit.
Setelah diselidiki, klaim itu agaknya bualan belaka. CubeYou diduga menyerahkan data pengguna Facebook ke para pengiklan, agar lebih mudah menyasar target pasar.
Pihak Facebook mengklaim telah memblokir layanan CubeYou dari platform-nya, dan melakukan audit.
“Kami telah menangguhkan CubeYou dari Facebook dan terus menginvestigasi mereka. Jika hasil akhirnya mereka tak lolos audit, aplikasi mereka akan diblokir permanen dari Facebook,” kata Vice President of Product Partnerships Facebook, Ime Archibong.
Pada situs resminya, CubeYou sesumbar memiliki akses ke Personally Identifiable Information (PII) yang selama ini menjadi buruan pengiklan.
Data dalam PII mencakup nama lengkap, e-mail, nomor telepon, alamat IP, dan sebagainya. CubeYou juga punya data-data referensi dan pola pengguna, seperti likes, follows, tipe unggahan, komentar, check-ins, serta brand atau selebritas mana yang di-mention dalam unggahan mereka.
“PII ini berasal dari panelis kami yang telah terverifikasi, lalu dicocokkan dengan sumber-sumber data online maupun offline lainnya,” begitu tertulis pada situs resmi CubeYou. (kmp/gbi)

