
GLOBALINDO.CO, SAINT PETERSBURG - Sebuah serangan bom mengguncang wilayah Rusia. Serangan bom ini menyasar sebuah supermarket di kota Saint Petersburg, Rusia pada Rabu (27/12/2017) waktu setempat. Puluhan pengunjung supermarket dipastikan mengalami luka-luka.
Juru bicara Komiter Investigasi Rusia, Svetlana Petrenko menyatakan, ledakan tersebut disebabkan oleh alat peledak buatan sendiri dengan kekuatan setara dengan 200 gram TNT yang dipenuhi dengan pecahan yang mematikan.
“Investigasi ini melihat kemungkinan penyebab apa yang terjadi,” kata Petrenko sambil menambahkan adanya dugaan percobaan pembunuhan dalam insiden ini.
Kepala unit investigasi Saint Petersburg, Alexander Klaus mengatakan, sedikitnya 10 orang yang mengalami luka telah dirawat di rumah sakit.
(Baca Juga: Teror Bom Guncang Rusia, 11 Tewas, 39 Luka-luka)
AFP melaporkan, bangunan supermarket tidak mengalami kerusakan serius. Namun sejumlah petugas kepolisian mengamankan area dan rute transportasi umum dialihkan.
Sementara itu, The Guardian mewartakan, komite anti-terorisme nasional Rusia sedang melakukan pencarian terhadap tersangka.
Salah satu saksi mata, Viktoria Gordeyeva mengatakan, orang-orang di sekitar tempat terjadinya ledakan enggan masuk ke toko-toko sekitar.
“Tidak ada kepanikan tapi orang tidak mau masuk ke toko obat terdekat dan toko kelontong,” katanya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia memastikan tak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban ledakan di supermarket di Saint Petersburg, Rusia.
“Tidak ada warga Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut,” tulis akun Twitter Kemlu RI, Kamis (28/12/2017).
Kemlu menyatakan, otoritas setempat terus melakukan investigasi usai kejadian. Kemlu melalui KBRI Moskow juga telah meminta seluruh WNI yang berada di dekat lokasi untuk tetap berhati-hati.
“KBRI Moskow terus memantau perkembangan dan telah menghubungi WNI/mahasiswa di St. Petersburg untuk berhati-hati,” demikian pernyataan dari Kemlu.
Bagi WNI yang membutuhkan informasi dapat menghubungi hotline di +79256765415 atau +79286900067.(kcm/dtc/ziz)

