
GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Tersangka kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto melakoni drama baru. Setelah menghilang saat dijemput paksa dan ditetapkan DPO oleh Komisi Pemberantasan Korupsi sejak Rabu (15/11) malam, Setya Novanto tiba-tiba dirawat di Rumah Sakir Medika Permata Hijau setelah dikabarkan mengalami kecelakaan, Kamis (16/11) malam.
Ketua DPR itu dikabarkan mengalamio kecelakaan saat hendak menuju Kantor KPK sekitar pukul 19.00 WIB. Tetapi, Tidak jelas lokasi persisnya Novanto mengalami kecelakaan. Saat dilarikan ke rumah sakit, Novanto dikabarkan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Dari sinilah muncul aneka kejanggalan dalam drama kecelakaan Novanto. Pertama, mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi Novanto saat kecelakaan tidak mengalami kerusakan meski menabrak tiang listrik, bahkan kacanya saja tidak pecah.
Kedua, tiang listrik yang ditabrak mobil Novanto tidak roboh atau bengkok sedikit pun. Nampak tidak ada goresan parah yang menunjukkan tiang itu ditabrak mobil Fortuner.
Ketiga, kondisi Novanto yang diperban di bagian kepalanya menunjukkan bahwa dia mengalami benturan di bagian itu. Namun anehnya, tidak ada bekas darah sedikit pun di baju Nivanti yang berwarna putih.
Sementara dalam rekaman video amatir, kondisi mobil Toyota Fortuner bernomor polisi B 1732 ZLO yang diduga ditumpangi Setnov hanya mengalami kecelakaan ringan. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan keterangan sang pengacara yang menyebutkan jika kondisi mobil Setnov hancur pasca kecelakaan.
Untuk menyelidiki kejanggalan ini, KPK sudah menerjunkan penyidik ke lokasi yang disebut tempat Novanto mengalami kecelakaan dan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau.
“Dalam proses pencarian (Novanto) kami mendengar kejadian yang terjadi malam ini tentu kemudian tim langsung melakukan pengecekan ke sana untuk melihat lebih jauh apa yang sebenarnya terjadi. Jadi kami akan perhatikan tentu saja bagaimana kondisi dari tersangka,” ujar Juru bicara KPK Febri Diansyah saat memberikan keterangan pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, tadi malam.
Selain itu, lanjut Febri, tim penyidik juga sedang memastikan kebenaran kronologis terkait kecelakaan yang dialami oleh Novanto. Selanjutnya tim penyidik akan mengecek apakah akibat kecelakaan tersebut Novanto tidak bisa menjalankan pemeriksaan di KPK.
“Kami juga akan melihat kronologis secara persis seperti apa. Apakah kecelakaan tersebut kalau memang itu terjadi, benar-benar terjadi dan berakibat seorang tidak dilakukan pemeriksaan misalnya atau tidak dapat mengikuti proses hukum lain atau masih bisa dilakukan pemeriksaan,” tutur Febri.
Tim KPK juga akan memastikan apakah posisi mobil saat mengalami kecelakaan mengarah ke kantor KPK. Pasalnya, pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, mengatakan kecelakaan tersebut terjadi saat Ketua Umum Partai Golkar itu hendak menuju gedung KPK.
“Nah itu perlu dicek lebih lanjut dan tim sedang memastikan itu ke lokasi. Tentu kami juga harus melihat apakah posisi mobil benar-benar menuju ke arah kantor KPK seperti yang disampaikan atau menuju ke arah yang lain dan secara teknis bagaimana kejadian tersebut menimbulkan akibat terhadap orang-orang yang ada di dalam mobil. Siapa saja yang kemudian dirawat dan berapa orang yang ada di dalam mobil tersebut. Tentu itu akan menjadi perhatian KPK,” kata Febri.
Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, mengatakan telah memberi izin kepada tiga penyidik KPK untuk melihat langsung kondisi Setya.
“Sudah, sudah lihat bahkan mereka sampai ambil video, sudah dikirim ke bosnya. Mungkin bosnya puas,” ujar Fredrich di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat, Jumat (17/11).
Menurut Fredrich, para penyidik masih menunggu di sekitar ruangan lantaran ingin menemui dokter. Padahal, kata dia, dokter baru datang sekitar pukul 07.00 atau 08.00 pagi ini.
“Tapi dia bilang ‘kita mau tunggu, mau telepon’, saya bilang ratusan kali bersama suster, enggak bisa,” ucapnya.
Fredrich memastikan, kliennya berniat menyerahkan diri ke KPK sebelum kecelakaan ini terjadi. Ia menyatakan, Novanto mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju KPK.
“Jadi beliau tadinya mau ke studio Metro TV, terus mau ketemu DPD, dan terus dia minta saya mendampinginya ke KPK,” katanya.
Indikasi Setya Novanto akan menyerahkan diri ke KPK sudah disampaikan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. Menurut Idrus, dia yakin Setya akan menyerahkan diri ke KPK.
Seperti diketahui, Novanto menghilang sejak Rabu (15/11) malam, saat tim KPK dating ke rumahnya di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kedatangan tim KPK untuk membawa Novanto yang berulang kali mangkir dari panggilan.
Bermacam alasan diungkapkan pihak Novanto untuk menghindari pemeriksaan, mulai dari sakit hingga memerlukan izin Presiden. Terakhir, Novanto beralasan tak hadir karena sedang mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang KPK. (nad)

