
GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Di akhir tahun 2017 ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Jawa Timur mulai memasang target untuk tahun 2018 mendatang. Adapun target tersebut disampaikan Kepala Pusat Informasi Go Publik (PIGP – BEI), Dewi Sriana, di sela-sela Workshop Pasar Modal bagi para jurnalis, pada Selasa (12/12/2017).
“Kami akan sosialisasi pentingnya berinvestasi di pasar modal di desa-desa untuk memberikan pemahaman pentingnya investasi, menyusul keberhasilan BEI membangun Galeri Investasi (GI) yang menyasar kalangan mahasiswa,” tutur Dewi Sriana.
Sampai 1 November 2017 lalu, PT BEI perwakilan di Jawa Timur sudah memiliki 28 kantor perwakilan, 6 Pusat Informasi Go Public, 316 Galeri Investasi di 304 Perguruan Tinggi, dan 368 Komunitas Investor. Dan untuk anggota bursa, meliputi di Surabaya ada 41, Malang ada 46, Kediri ada 1, dan Jember ada 1 anggota bursa.
“Untuk investor, sampai 1 November 2017, SRE/SID sejumlah 93.553/75.536, jumlah emiten ada 36, dan ada 46 galeri investasi BEI,” jelas Dewi Sriana.
Jumlah investor terbesar di Jawa Timur masih didominasi masyarakat Surabaya dengan total 32.632 orang, disusul Malang sebanyak 8.395 orang dan Sidoarjo sejumlah 6.791 orang. Yang menjadi catatan, Pamekasan memiliki jumlah investor yang cukup diperhitungkan yakni 1.354 orang.
Untuk itu, Sriana mencoba menggenjot wilayah lain yang tercatat masih asing dengan literasi keuangan bentuk investasi ini. Menurutnya, keuntungan yang diperoleh dari investasi lebih baik dibandingkan lainnya, masih belum dimanfaatkan masyarakat Jatim.
“Tugas kita adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tahu berinvestasi di pasar modal ini returnnya kan cukup besar, tapi belum dipahami oleh masyarakat, dan belum dimanfaatkan,” tambahnya.
Diakui Sriana, jika Galeri Investasi yang dibangun pada kampus-kampus, mampu menambah jumlah investor. Pada tahun ini, beberapa GI yang berdiri adalah Universitas Wiraraja Sumenep dan Universitas Madura, yang diharapkan akan mampu menambah jumlah investor dari wilayah Madura. (nh/jn)

